Sipropam Polres Maros Sebar Spanduk “NETRALITAS POLRI HARGA MATI”

Spanduk Polri jaga Netralitas Jelang Pemilu 2019 yang dipasang di depan Masjid Agung Nur Arrahman Maros.

Maros,- Komitmen Polri untuk selalu netral dan profesional dalam bertugas sesuai dengan program Kapolri yang promoter (profesional moderen, dan terpercaya) ditindaklanjuti Kasipropam Polres Maros.

Demi meyakinkan netralitas Polri ada ajang Pemilu 2019, Sipropam Polres Maros memasang Spanduk serta baligho dipusat-pusat keramaian dalam wilayah Kabupaten Maros, Kamis (4/4/2019).

Komitmen Netralitas ini berdasarkan surat Telegram Kapolri Nomor : ST/STR/126/III/OPS.1.1.1./2019 tanggal 18 Maret 2019.

Saat dihubungi, Kasipropam Polres Maros Iptu Hamzah menyatakan bhwa pemasangan spanduk dan baligho ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa kepolisian sesuai tugasnya untuk selalu profesional dalam bertugas melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Termasuk dalam Pilpres, karena sejak dulu Polri netral dan menolak berpihak terhadap capres dan caleg manapun.

“Polri berkomitmen ingin Pilpres berjalan dengan aman dan nyaman serta tercapai tujuan Pilpres yakni mendapatkan pimpinan nasional yang semakin baik sesuai dengan harapan masyrakat,” katanya.

Ditambahkanya, ada 14 poin untuk menjaga perilaku netralitas sesuai Suray Telegram Kapolri tersebut, di antaranya:

Dilarang ikut membantu mendeklarasikan capres dan cawapres serta caleg.

Dilarang menerima, memberikan, meminta, mendistribusikan janji hadiah, sumbangan atau bantuan dalam bentuk apapun dari pihak parpol, capres dan cawapres serta caleg maupun tim sukses pada giat Pemilu 2019.

Dilarang menggunakan, memesan, memasang dan menyuruh orang lain untuk memasang atribut-atribut Pemilu 2019 (gambar/lambang capres dan cawapres serta caleg maupun parpol).

Dilarang menghadiri, menjadi pembicara/narasumber pada giat deklarasi, rapat, kampanye, pertemuan parpol kecuali dalam melaksanakan tugas pengamanan yang berdasarkan surat perintah tugas.

Dilarang mempromosikan, menanggapi dan menyebarluaskan gambar/foto capres dan cawapres serta caleg baik melalui media massa, media online dan medsos.

Dilarang foto bersama dengan capres dan cawapres, caleg, massa maupun simpatisannya.

Dilarang foto/selfie di medsos dengan gaya mengacungkan jari membentuk dukungan kepada capres/cawapres, caleg maupun parpol yang berpotensi dipergunakan oleh pihak tertentu untuk menuding keberpihakan/ketidaknetralan Polri.

Dilarang memberikan dukungan politik dan keberpihakan dalam bentuk apapun kepada capres dan cawapres, caleg maupun parpol.

Dilarang menjadi pengurus atau anggota tim sukses capres dan cawapres serta caleg.

Dilarang menggunakan kewenangan atau membuat keputusan dan/atau tindakan yang dapat menguntungkan atau merugikan kepentingan capres dan cawapres, caleg maupun parpol tertentu.

Dilarang memberikan fasilitas-fasilitas dinas maupun pribadi guna kepentingan politik capres dan cawapres, caleg maupun parpol.
Dilarang melakukan kampanye hitam (black campaign) dan menganjurkan untuk menjadi golput.

Dilarang memberikan informasi kepada siapapun terkait dengan hasil perhitungan suara pemilu 2019.

Dilarang menjadi panitia umum pemilu, anggota komisi pemilu (KPU) dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu). Tegas Hamzah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *