Polres Maros Gelar Konferensi Pers Kasus Penimbunan Masker Kesehatan

MAROS – Dua orang tersangka pelaku penimbunan masker Dwi Setyo Utomo alias Tyo (21) dan Budi Prakoso Ramadhan (26) digelandang ke Mapolsek Maros setelah debekuk oleh Tim Reserse Mobil (Resmob) Polsek Panakkukang di Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

KBO Satreskrim Polres Maros Iptu Hendra Magera mengatakan awalnya pelaku membeli stock masker dari berbagai daerah di Sulsel untuk dijual ke Hongkong, namun terkendala masalah pengiriman akhirnya mereka menjualnya dengan harga tinggi melalui media sosial Facebook.

“Mereka memanfaatkan situasi hebohnya wabah penyakit virus corona yang telah masuk di Indonesia dan menjual masker ini dengan harga tinggi. Mereka menjual dengan harga kisaran Rp. 20. 000 sampai Rp. 24.000 per box nya,” ungkap Hendra saat Press Release di Mapolres Maros, Senin (9/3/2020).

Bersama pelaku diamankan sebanyak tiga kardus besar dan satu karung masker yang berisi 258 box masker dari berbagai jenis merek.

“Per box isinya ada 50 lembar maka setidaknya ada 12.900 lembar masker yang diamankan dari pelaku,” katanya.

Iptu Hendra juga menambahkan, sebenarnya masih ada terduga pelaku lain yang masih dalam tahap pemeriksaan yaitu LC (44) yang diketahui bekerja sebagai ASN Dinas Kesehatan Rumah Sakit Daya Makassar.

“LC ini pemilik rumah tempat masker-masker ini ditimbun. Kita masih periksa si LC, keterangan sementara LC ini mengaku tidak tahu mengenai penimbunan belasan ribu masker-masker ini,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *