Polisi Bermasalah, Polres Maros Buka Layanan Konseling

Maros – Sulsel, Salahsatu bentuk terobosan Polres Maros dalam menindaklanjuti program 100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yakni dengan membuka Layanan konseling psikologi khusus personel yang memiliki masalah atau sedang bermasalah.

Ruang layanan Konseling ini menempati ruang terletak pada bagian  Pintu Utama Polres Maros yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Maros.

Kapolres Maros AKBP Musa Tampubolon mengatakan, Ruang Pelayanan Konseling merupakan terobosan baru yang dilakukan Polres Maros dalam menindaklanjuti program kerja  100 Hari Kapolri.

“Layanan konseling ini kami buka selain menindaklanjuti Program 100 Hari Kerja Kapolri juga sebagai ruang dalam memberikan pelayanan psikologi bagi anggota Polri yang bermasalah, pelayananan ini gratis dan tidak hanya untuk anggota Polri saja, tetapi kedepan juga bisa digunakan seluruh masyarakat termasuk instansi di Kabupaten Maros” katanya.

Menurut dia, personel yang datang akan langsung ditangani oleh Lima polisi sarjana psikologi lulusan Universitas Hasanuudin, Universitas Indonesia Timur dan Universitas Bosowa Makkassar .

“Kami mengusung motto, Kami Peduli, Mengerti dan Siap Berbagi. Tentu dengan tidak melupakan aspek kerahasiaan. Itu kami jamin,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres Maros mengatakan, bantuan layanan konseling sangat dibutuhkan personel Polri untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya, banyak Polisi yang malas masuk kantor, bermasalah keluarga, terlibat Narkoba dan tindak kriminal, nah melalui layanan ini kami berharap Polisi bisa sadar dan kembali kepada jati dirinya sebagai Insan Bhayangkara. Tuturnya.

Menurut dia, keberadaan layanan ini sesuai dengan motto Bapak Kapolri yakni Polisi Presesi diantaranya memberikan pelayanan prima yang berkeadilan.

“Banyak aspek secara psikologis menjadi mudah ditangani oleh polisi bila polisi memiliki ilmu dan keahlian dalam menangani psikologi orang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Sumberdaya Polres Maros Kompol Sainuddin, mengatakan, polisi merupakan profesi yang paling mudah terkena stres

“Masih ada stigma dari masyarakat yang menganggap bahwa orang yang datang ke psikolog merupakan orang yang tidak sehat. Padahal jika ditelisik, mereka yang datang ke psikolog adalah orang sehat. Ini menjadi tantangan pertama bagi para petugas untuk menyosialisasikan keberadaan layanan ini,” katanya.

Kita juga melibatkan Ustadz Dai Kamtibmas untuk bekerjasama dalam memberikan Tauziah pendekatan agama bagi personel yang bermasalah tersebut. Tutupnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: